INFEKSI MENULAR SEKSUAL ( IMS )

APAKAH JENIS-JENIS INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)
YANG UMUM TERJADI DI INDONESIA?


1. GO (GONOROE)  ATAU KENCING NANAH
Penyebab   : kuman gonokokus.
Masa tunas : 1-5 hari.
Tanda/gejala:  - Mulai rasa gatal pada penis,
                      - keluar nanah, akhirnya penis bisa hancur.
Pada wanita sering tanpa gejala. Bila gawat, radang kelenjar di Labia Mayor.
Bayi lahir bisa buta bila ketularan.
Pengobatan : penisilin dan antibiotika lain, bisa sembuh dengan sempurna.

2.  SIFILIS (RAJA SINGA)
Penyebab   : Treponema pallidum
Masa tunas : 2-4 minggu
    Tanda/gejala:  tahap-1  : luka di kemaluan, hilang dalam beberapa hari
                           tahap-2 : demam, sakit kelenjar  
                           tahap-3 : (beberapa tahun) benjolan di kulit, pelunakan tulang, kerusakan syaraf dan otot
                                         (jalan seperti ayam jantan).
Pengobatan : penisilin dan antibiotika lain; pengobatan dini berhasil baik, bila  terlambat, tak bisa sembuh.

3.  AIDS : (dibahas lain)

4. Infeksi Menular Seksual (IMS) Lain (umumnya tidak terlalu berbahaya).
  • Ulkus Molle : disebabkan kuman hemofilus,  banyak  benjolan merah  dan sakit  di sekitar kemaluan.
  • Limfogranuloma Venereum : disebabkan virus, berupa benjolan kecil di sekitar kemaluan, mudah pecah, mudah menyebar ke mana-mana.
  • Herpes Genitalis : disebabkan Virus Herpes, berupa gelembung berair di sekitar kemaluan, mudah ditulari penyakit lain yang bisa menjadi berbahaya.
  • Kondiloma Akuminata : disebabkan virus, menimbulkan banyak kutil di  sekitar kemaluan.
  • Kandidiasis genetalis : disebabkan oleh jamur Candida albicans pada alat kelamin
  • Trikomoniasis : disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis dan menyerang  saluran kemih.
BAGAIMANA REMAJA DAPAT MENCEGAH DIRI DARI INFEKSI MENULAR  SEKSUAL  (IMS)?

Bagi sebagian besar remaja yang belum menikah, hanya ada satu cara ialah : MENGHINDARI SENGGAMA. Dimulai dengan menghindari suasana dan tindakan yang menjurus ke arah terjadinya senggama. Sebab walaupun tidak terjadi senggama secara penuh, asal cairan kelamin yang tertular PHS dari salah satu fihak berpindah ke pihak yang lain, penularan PHS dapat terjadi. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali melakukan zina senggama. Bila sudah kawin berlaku SETIA, ialah hanya bersenggama dengan satu pasangan saja, istri atau suami saja.

Bagi yang sudah menikah namun nekat melakukan senggama di luar nikah, atau remaja ‘rusak’ yang terlanjur mencoba dan masih terus melakukan senggama sebelum menikah, KONDOM dapat membantu mencegah penularan PHS pada diri orang masing-masing

Namun yang lebih penting KONDOM dapat mencegah penularan PHS kepada istri dari laki-laki yang senang bersenggama dengan orang lain, dan kepada calon istri dari remaja yang mulai bersenggama tadi. Dalam kerangka ini pula, KONDOM dapat dipergunakan oleh pasangan suami istri atas persetujuan bersama, bila salah satu diketahui mengidap PHS.  Juga AIDS dan Hepatitis.

KELUARGA BERENCANA :

APA MAKNA KELUARGA BERENCANA (KB) ?

Keluarga Berencana (KB) ialah  ikhtiar manusia untuk mengatur keluarga, agar keluarga  masing-masing bahagia dan sejahtera, di dunia dan di akherat kelak, yang diridloi Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan tugas dan kewajiban manusia menurut agama masing-masing. Semua usaha menuju tercapainya keluarga bahagia sejahtera, sebenarnya termasuk ke dalam KB. Sesuai dengan makna KB, maka semakin dini KB, akan semakin baik. Semakin dini KB dilaksanakan, akan semakin nyata manfaatnya.

APAKAH KAIDAH PELAKSANAAN KB ?

Pengaturan keluarga dititikberatkan  dengan cara menentukan kapan suatu keluarga siap mempunyai anak pertama. Berarti kapan seorang ibu siap untuk hamil.  Seorang wanita siap hamil hanya manakala ia sudah dewasa.

Dalam arti biologis: alat-alat tubuhnya sudah cukup matang untuk hamil, melahir-
kan dan menyusui bayinya. 
Dalam arti ekonomi : keluarga cukup mempunyai sumber untuk memelihara ibu hamil dan bayinya kelak.
Dalam arti psikologis: kejiwaan wanita siap menjadi ibu, dan kejiwaan laki-laki untuk menjadi ayah.
Yang terpenting, dalam arti sosial - moral : sesudah pernikahan. Kesiapan tersebut pada umumnya terjadi pada umur 20 tahun atau lebih. Saat layak untuk suatu pernikahan.

Selanjutnya ialah jarak antara 2 anak, dengan memperhatikan kesanggupan ibu untuk hamil lagi, melahirkan lagi, sesudah pulih dari kehamilan anak pertama. Juga kesanggupan keluarga memelihara 2 anak sekaligus. Disarankan jarak 2 anak hendaknya 3 tahun atau lebih.

Selanjutnya kapan seorang wanita seyogyanya berhenti hamil lagi, karena alat-alat tubuhnya terlalu tua untuk melaksanakan tugas reproduksinya. Disarankan kehamilan terakhir hendaknya terjadi sebelum seorang wanita berusia 35 tahun.

APA SAJA MACAM TEKNIK KB ?

Teknik KB bermacam-macam, dikelompokkan sebagai berikut :
•    Pencegahan bersatunya sperma dengan telur.
  • berpuasa (abstinence)
  • penggunaan kondom (tunjukkan !)
  • pengeluaran sperma di luar vagina.
•    Pencegahan pembuahan saat sperma dan telur bersatu :
       - penggunaan alat KB dalam rahim (AKDR atau IUD : tunjukkan !)

•    Pencegahan  pematangan telur pada wanita :
       - KB hormonal :  Pil KB (tunjukkan !)
                                  Suntik KB
                                  Susuk KB.

•    Penutupan saluran pengeluaran sperma / telur (sterilisasi).
  • Pada pria : Vasektomi, ialah menutup saluran reproduksi ; Vas Deferens.
  • Pada wanita : Tubektomi, ialah menutup saluran reproduksi ; Tuba Falopii.
Pemilihan teknik KB yang cocok untuk tiap keluarga ditentukan oleh kondisi keluarga masing-masing. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan lain.

APA REMAJA (PRA NIKAH) BOLEH BER-KB ?

Semua orang, termasuk remaja (pra nikah) harus memahami KB secara menda-lam dan menyeluruh, sehingga setiap saat siap menghadapi berbagai kemungkinan yang ada.

Bila pengertian KB sebagai upaya untuk mengatur keluarga, maka sejak masih anak-anak, apalagi sudah remaja, hendaknya sudah melaksanakan kaidah KB, ialah mencegah diri untuk tidak hamil (atau menghamili gadis bagi remaja laki-laki), sampai dewasa, dalam arti biologis, sosial dan psikologis. Pada umur 20 tahun atau lebih. Teknik KB yang dipilih tentu saja teknik tanpa penetrasi seks, ialah abstinence atau puasa.

Bagi remaja yang melakukan zina pra nikah, dapat saja disarankan penggunaan kondom untuk mencegah kehamilan atau kelahiran bayi yang menjadi korban zina remaja yang tidak bertanggungjawab. Namun harap diingat, bahwa Zina pra nikah adalah dosa besar yang jelas akan mendapat siksa dari Tuhan. Mendekati zina saja sudah merupakan dosa besar, apalagi sampai melakukannya. Yang lebih fatal lagi, bila kehamilan tidak dapat dicegah, dapat mendorong munculnya aborsi ilegal, yang hakekatnya adalah pembunuhan bayi.

0 komentar:

Post a Comment