Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)

APAKAH MAKNA  DARI PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS)?

Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) adalah penjabaran dari rasa kesetiakawanan, perasaan senasib sepenanggungan.

Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) merupakan  bukti bahwa seorang teman adalah teman sejati. Dalam kehidupan kita sehari-hari, sebenarnya kita sudah melakukan PRS. Dalam bentuk berkomunikasi dua arah dengan teman sebaya. Kadang-kadang kita menasehati teman kita, di waktu lain teman kita menasehati kita tentang sesuatu.  Yang semata-mata dilakukan karena kita saling menyayangi dengan teman sebaya kita.



PRS yang kita pelajari di sini tidak lain ialah melaksanakan segala sesuatu yang sudah biasa kita lakukan, hanya kali ini menyangkut pada kesehatan dan kesejahteraan remaja. Demi kecemerlangan masa depan bersama. Sesuai cita-cita masing-masing.

Para Pendidik Remaja Sebaya, yang sudah dilatih, didorong untuk terpanggil  menyebarluaskan pengetahuannya kepada teman-teman sebayanya, di sekolah dan di kelompok bermainnya, sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh teman-teman sebayanya. Tentu saja, para Pendidik sendiri diharapkan menjadi contoh tauladan bagi teman-teman sebayanya dalam berperilaku. Sikap menjaga rahasia teman merupakan prasyarat  yang utama pula.

BAGAIMANA CARA MELAKSANAKAN PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA?

Karena Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dikemas dalam bentuk komunikasi tidak resmi antar teman sebaya, maka tidak ada cara baku untuk melaksanakannya. Tempatnya bisa di mana saja. Waktunya bisa kapan saja. Bisa satu kali bisa berkali-kali pertemuan. Suasananya bisa apa saja. Yang paling penting ialah menciptakan suasana saling percaya. Usahakan agar dijaga kerahasiaan teman.

Seyogyanya Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dilakukan dalam tahapan - tahapan sebagai berikut:

·Tahap Penerimaan:

Pada tahap ini yang penting ialah mendengarkan keluhan atau masalah yang dialami teman. Tunjukkan rasa tertarik anda. Bantu ia untuk mengungkapkan keseluruhan permasalahan yang dideritanya. Jangan beri nasehat apapun pada tahap ini. Dengan menceriterakan permasalahan kepada orang yang dipercaya, ia sebenarnya telah menyelesaikan 50% dari permasalahan yang mengganjalnya.
Beberapa teman yang berperilaku berisiko kadang tidak mengerti sama sekali risikonya. Menghadapi teman yang demikian, diperlukan pertanyaan-pertanyaan pancingan, agar sedikit demi sedikit ia memahami risiko yang sedang dihadapinya. Ingat, jangan beri nasehat dalam tahap ini.

·Tahap Pemasukan Ide:

Pada tahap ini, pelan-pelan ide anda dimasukkan ke dalam benak dan hati teman anda. Usahakan untuk tidak tergesa-gesa, dan jangan sekaligus banyak ide dimasukkan sekaligus. Sebaiknya sedikit demi sedikit. Secara berulang-ulang dan berurutan.
Juga  diharapkan  agar pemasukan  ide jangan  dikemas  dalam  suasana  ‘menggurui’ atau ‘mendikte’. Kalau bisa diusahakan agar dibuat suasana sedemikian rupa  sehingga seakan-akan ide itu bukan datang dari anda, tetapi dari teman anda sendiri. Dengan kata lain, pada tahap ini anda membimbing teman anda untuk siap menolong diri sendiri.

Sekali lagi ditekankan, bahwa pada tahap ini anda harus membuktikan bahwa anda sendiri konsekuen dengan sikap anda. Anda adalah contoh remaja yang sehat dan sejahtera. Yang paling penting ialah untuk mengimbangi keseluruhan upaya pemasukan ide dengan doa kehadirat  Allah SWT.

·Tahap Pemeliharaan:

Ide  yang  sudah  dimasukkan,  harus  dipelihara.  Karena  pembentukan    atau perubahan perilaku memerlukan waktu yang lama. Untuk keperluan pemeliharaan ini, diperlukan upaya terus-menerus, berulang-ulang mengajak teman menuju arah dan cita-cita yang telah disepakati bersama.

Usahakan agar tahap pemeliharaan ini disamarkan  dalam bentuk silaturahmi biasa. Sehingga tidak kelihatan bahwa anda memaksakan keinginan anda untuk diikuti teman anda. Yang penting keseringan berkomunikasi dan membahas masalah-masalah yang ada. Yang tidak kalah penting ialah agar keseluruhan PRS selalu diimbangi dengan doa ke hadirat Allah SWT.

0 komentar:

Post a Comment